Kemendikbud Sambut Baik Program Pendidikan Vokasi Industri Oleh Kemenperin

Surabaya, 86online.net – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) menyambut baik dan mengapresiasi peluncuran Program pendidikan vokasi industri (link and match SMK dengan industri) oleh Kementrian Perindustrian (Kemenperin).

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhamad mengatakan, program pendidikan vokasi industri yang diluncurkan dua tahun lalu, dari 14.000 SMK di Indonesia lebih sudah sekitar  2.000 SMK yang tersentuh program ini dan langsung link bekerjasama dengan dunia industri . “Kami telah melihat, para kepala SMK merasa bahwa inilah link and match yang sebenarnya,” ujar Hamid disela-sela Peluncuran program pendidikan vokasi industri di Kawasan Industri PT Sier Surabaya, Kamis (7/2).

Dia menyebutkan, saat ini jumlah SMK di Indonesia sekitar 14.000 dari jumlah tersebut, SMK swasta sebanyak 75 persen atau 10.500 sekolah, sedangkan SMK negeri mencapai 3.500 sekolah.atau 25 persen  “tetapi jumlah tersebut tidak masalah kalau kita mampu melakukan layanan pendidikan yang terbaik dengan menghasilkan lulusan yang bisa langsung terserap oleh pasar tenaga kerja,” imbuhnya.

Menurut Hamid, ada beberapa catatan setiap bulan Pebruari sampai dengan Agustus selalu ketar-ketir menunggu pengumuman data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang tertinggi angka pengangguran dari lulusan SMK. Kemendikbud merasa sedih kenapa SMK yang telah disiapkan untuk bekerja malah mereka banyak yang menganggur. “Mudah-mudahan dengan adanya program pendidikan vokasi industri dari Kemenperin ini bisa membantu mengatasi permasalahan tersebut, sehingga tingkat pengangguran SMK semakin mengecil karena bisa langsung bekerja,” harapnya.

Hamid berpesan kepada semua kepala SMK dan semua Kepala Dinas Pendidikan di Indonesia mulai saat ini menata SMK. Hal ini harus disampaikan karena dari 14.000 SMK di Indonesia ada 6.000 SMK yang jumlah siswanya kecil bahkan ada sekita 2.100 SMK yang jumlah muridnya  tidak sampai 60 orang. Dengan jumlah 60 orang  siswa ini tidak bisa memenuhi standar pelayanan minimal.

Kemudian pesan selanjutnya agar SMK kita mulai memfokuskan kepada bidang-bidang yang selama ini dipenuhi oleh sektor bisnis. Jangan bidang-bidang dicampur aduk contohnya ada bidang bisnis, teknologi, kesehatan dan perkantoran dicampur aduk. Selanjutnya jurusan-jurusan SMK yang tidak ada peminatnya mohon segera ditutup diganti dengan jurusan-jurusan yang banyak peminatnya dan bisa langsung bekerja. Tukasnya.

Oleh: Tjatur

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini:
Comodo SSL