Gelapkan Lima Unit TV, Mantan Kurir Barang Diringkus di Bontang, Kaltim

SEMARANG, 86online.net – Billyan Rio Pujangga (27) mantan kurir barang elektronik akhirnya diringkus petugas Polsek Genuk Semarang karena telah menggelapkan 5 unit televisi besar.

Ulah nekat pelaku dilakukan pada bulan September 2018 lalu, saat masih bekerja di PT Nusa Indah Transport Abadi, Genuk, Kota Semarang.

Setelah berhasil menyikat barang-barang tersebut, pelaku kabur ke Bontang, Kalimantan Timur.

Kasus ini berawal saat pelaku diberi tugas kantornya untuk mengirimkan barang elektronik itu ke Jakarta. Namun, bukannya langsung diantarkan justru barang elektronik itu dibawa ke daerah Sampangan, Kota Semarang.

Dari puluhan televisi yang dibawanya untuk diantar ke pemesan, lima unit diantaranya diambil pelaku dan dijual ke rekannya M Safii Ardiansyah (34) dan Alde Rahmat (42). Merasa tertipu, akhirnya korban melaporkannya ke Mapolsek Genuk.

Kapolsek Genuk, Kompol Zaenul Arifin mengatakan, bahwa setelah berhasil menurunkan lima unit TV layar lebar, pelaku kembali ke kantornya dan mengatakan jika dirinya tidak bisa mengantarkan barang ke pemesan. Alasannya, dirinya tidak enak badan atau sakit.

Atmaja (55), pemilik televisi yang juga ‘bosnya’ dimana pelaku bekerja, mengijinkan pelaku ijin tidak kerja.
“Rio yang harusnya mengantarkan barang ke Jakarta ternyata minta ijin dan tidak jadi antar barang ke Jakarta karena perutnya sedang sakit. Lalu, Rio pamit pulang dari kantornya. Esok harinya, korban Atmaja menelpon Rio untuk menanyakan apakah sakitnya sudah sembuh. Tetapi, HP Rio sudah tidak dapat dihubungi. Bahkan, saat dicek barang yang akan dikirimkan itu, ternyata telah hilang lima unit TV layar lebar,” jelas Kompol Zaenul Arifin kepada wartawan, di Semarang (Rabu (9/10) siang.

Dari laporan korban yang juga pemilik barang Atmaja, akhirnya petugas melakukan penyelidikan. Dan berhasil ditangkap penadahnya terlebih dulu yaitu M Safi’i Ardiansyah (34) dan Alde Rahmat (42). Lalu, dari keterangan kedua penadah ini, ternyata barang-barang itu dari Rio. Petugas yang sudah mendapatkan info jika Rio kabur ke Bontang, akhirnya sejumlah petugas meluncur Bontang dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian Bontang, akhirnya Rio berhasil diringkus tanpa ada perlawanan.

“Akibat perbuatannya itu, Rio dan dua penadah dijerat Pasal 374 KUHP tentang pengelapan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tandasnya.

Penulis : Heru Santoso

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini:
Comodo SSL