Buntut Ditahannya Dirut Bank Salatiga, Kejari Periksa Sekda Sebagai Saksi

SALATIGA, 86online.net – Drs Fakruroji, Sekda Kota Salatiga menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan uang nasabah PD BPR Bank Salatiga senilai Rp 25 Miliar hilang entah kemana.

Pemeriksaan itu dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga, Selasa (9/10).
“Pak Fakruroji diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut, karena juga sebagai Badan Pengawas PD BPR Bank Salatiga.

Sekda dimintai keterangan sejauh mana pengawasan yang telah dilakukan terhadap PD BPR Bank Salatiga itu. Hingga akhirnya menyeret Direktur Utama Bank Salatiga M Habib Shaleh SE mendekam di penjara,” kata Subhan Gunawan SH, Kasi Intel Kejari Salatiga kepada wartawan, Selasa (9/10).

Subhan menambahkan, bahwa Sekda Kota Salatiga Fakruroji dimintai keterangannya mulai pukul 09.00 hingga sore. Dan, pertanyaan dari penyidik Kejari Salatiga itu dijawabnya sesuai dengan kapasitasnya sebagai pengawas PD BPR Bank Salatiga.

Kasus Bank Salatiga ini, akhirnya menjadi besar setelah Direktur Utama Bank Salatiga M Habib Shaleh SE ditangkap Kejari Salatiga dan dijebloskan ke penjara.
Bank Salatiga ini merupakan bank milik Pemkot Salatiga. Terungkapnya kasus ini, setelah ada seorang nasabah yang tidak dapat mencairkan dananya puluhan miliar rupiah yang disimpan dalam bentuk deposito di bank pemerintah itu.
Selain itu, sejumlah nasabah merasa tertipu dan ditipu pihak Bank Salatiga karena bilyet deposito diduga dipalsukan.

Hingga beberapa bulan penyelidikan yang dilakukan Kejari Salatiga, baru satu tersangka yang ditetapkan dan kini telah menghuni rumah tahanan (rutan) Salatiga, yaitu Direktur Utama PD BPR Bank Salatiga M Habib Shaleh SE.

“Kasus ini boleh dinilai terbesar di Kota Salatiga dilihat dari kerugiannya yang mencapai Rp 25 miliar. Bahkan, sejumlah saksi telah pula dimintai keterangan Kejari Salatiga baik dari Bank Salatiga maupun dari Pemkot Salatiga. Karena Bank Salatiga ini merupakan ‘bank plat merah’ Pemkot Salatiga. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangkanya akan bertambah,” tandasnya.

Penulis : Heru Santoso

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
%d blogger menyukai ini:
Comodo SSL